Berfungsi membantu proses filtrasi ginjal serta meningkatkan detoksifikasi racun metabolik dari dalam tubuh.
Apakah kamu sudah tau bahwa Cuci darah pada penderita Gagal ginjal bisa meningkatkan angka kematian lebih dari 50% ?
Belum lagi Cuci darah dapat menyebabkan resiko lebih tinggi untuk terjadi atrofi atau pengecilan pada otot!!
Jangan Tunggu Ginjal Rusak
Pahami Penyebab Penurunan Fungsi Ginjal
Ginjal memiliki tugas utama menyaring darah dan membuang racun metabolik. Jika ginjal rusak, kemampuan penyaringan itu melemah, dan racun dapat menumpuk. Kondisi ini bisa berakibat serius. Penurunan fungsi ginjal bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
- Hipertensi
- Diabetes mellitus
- Batu ginjal
- Pembesaran prostat
- Penggunaan obat kimia/jamu/suplemen dalam jangka panjang
- Penyakit autoimun
- Penyalahgunaan napza
- Dehidrasi berat.
Ureum & Kreatinin Tinggi?
Waspadai Gejala Lanjutan Ini Sebelum Terlambat!
Kadar ureum atau kreatinin yang tinggi menunjukkan fungsi ginjal yang terganggu. Jika tidak segera ditangani akan merasakan gejala yang lebih signifikan seperti:
- Kelelahan
- Urin berbusa
- Penurunan produksi urin
- Kram otot
- Pembengkakan (edema) pada kaki
- Gatal
- Sesak napas
- Mual/muntah
- Penurunan kesadaran
- Kematian
Awas Penurunan Fungsi Ginjal!
Cek Standar Skor eGFR, Ureum dan Kreatinin Anda
Ureum adalah produk akhir metabolisme protein yang dikeluarkan oleh ginjal. Kadar ureum yang tinggi bisa berarti ginjal kurang berfungsi, tubuh kekurangan cairan, atau peningkatan pemecahan protein, sedang kadar rendah dapat ditemukan pada malnutrisi, penyakit hati berat, atau kelebihan cairan.
Kadar ureum (Blood Urea Nitrogen/BUN) normal pada orang dewasa ini tergantung metode pemeriksaan dan populasi referensi.
Kreatinin berasal dari otot dan dikeluarkan ginjal secara konstan. Kenaikan kreatinin menandakan penurunan fungsi ginjal. Faktor lain seperti massa otot, usia, asupan protein, dan hidrasi juga memengaruhi nilai kreatinin.
Kadar Kreatinin Normal Pria & Wanita Dewasa :
Reference : National Center for Biotechnology Information (NCBI)
Penilaian fungsi ginjal yang lebih lengkap
Menggunakan Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR). Berdasarkan pedoman National Kidney Foundation (NKF) KDOQI 2020, eGFR :
| eGFR (mL/menit/1,73 m²) | Klasifikasi |
|---|---|
| ≥ 90 | Normal |
| 60 - 89 | Penurunan Ringan |
| 30 - 59 | Penurunan Sedang |
| 15 - 29 | Penurunan Berat |
| < 15 | Menandakan gagal ginjal stadium akhir |
Fakta Medis yang Jarang Diketahui Setelah Cuci Darah
eGFR dihitung dari kreatinin serum, usia, jenis kelamin, dan ras, dan dipakai untuk menentukan stadium penyakit ginjal kronik serta memantau terapi. Jika ujinya menunjukkan :
Maka tindakan cuci darah (dialisis) sering dipertimbangkan untuk menurunkan kadar racun dalam darah. Namun perlu digarisbawahi: cuci darah tidak menyembuhkan ginjal, melainkan hanya membuang racun metabolik sementara. Jika terus bergantung pada dialisis, ginjal yang tersisa bisa mengalami atrofi bahkan pengecilan pada bagian otot tubuh lainnya seperti penelitian yang dilakukan Myrin Cipres dkk. pada 6.358 pasien cuci darah juga menunjukkan bahwa atrofi otot sangat sering ditemukan pada pasien hemodialisis, dengan angka kejadian mencapai 53,4%.
Reference : Cipres M, Bachayo H, Butt S, Cardone F, Amendola M. Prevalence of muscular atrophy in hemodialysis patients with secondary hyperparathyroidism. 2023.
Serta fungsi residual bisa hilang dan malah Cuci darah dapat meningkatkan resiko kematian lebih dari 50 % pada 2 tahun pertama
Sejalan dengan penelitian oleh Liliane Bernardes Campos dan tim selama kurang lebih 3 tahun menemukan bahwa dari 494 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, sebanyak 111 pasien meninggal selama periode penelitian. Lebih dari separuh kematian terjadi dalam dua tahun pertama terapi, dan sekitar 30,6% terjadi pada tahun pertama hemodialisis atau cuci darah.
Reference: Campos LB, Toffoli-Kadri MC, Gubert VT. Chronic kidney disease: clinical and epidemiological scenario of patients in hemodialysis. Glob J Health Sci. 2021;13(7):61-70. doi:10.5539/gjhs.v13n7p61.
Selain itu penelitian dilakukan oleh Maria Jose Soler Romeo dkk. dari Department Nephrology, Hospital del Mar, Barcelona, yang dipublikasikan dalam jurnal Nefrologia dengan judul "Mortality in patients who remain on hemodialysis", dijelaskan bahwa angka kematian pada pasien hemodialisis sangat tinggi, terutama pada tahun pertama terapi. Bahkan, tingkat ketahanan hidup 5 tahun sering kali di bawah 50%. Penelitian ini menegaskan bahwa mortalitas pasien yang tetap pada terapi hemodialisis sangat tinggi, dengan lebih dari separuh pasien meninggal dalam 5 tahun dan hampir 3/4 pasien meninggal dalam 7 tahun.
Reference ; de Arriba G, Gutiérrez Avila G, Torres Guinea M, Moreno Alia I, Herruzo JA, Rincón Ruiz B, et al. La mortalidad de los pacientes en hemodiálisis está asociada con su situación clínica al comienzo del tratamiento. Nefrologia. 2021;41(3):281–289. doi:10.1016/j.nefro.2020.11.006
Solusi Alami Memaksimalkan Fungsi Ginjal
Tanpa Bergantung pada Cuci Darah
Untuk itulah Program DetoxRen hadir, melalui pendekatan pengobatan difokuskan pada :
- Memaksimalkan sisa fungsi ginjal
- Meningkatkan detoksifikasi,
- Mendorong regenerasi sel glomerulus terutama bagi pasien yang belum memerlukan dialisis.
Tujuannya adalah untuk memperlambat progresivitas kerusakan ginjal dan meminimalkan kebutuhan
dialisis.
Melalui Program DetoxRen kami berupaya mengatasi penurunan fungsi ginjal
Anda dan kami memiliki bukti klinis keberhasilan nyata.
Cara Kerja Program DetoxRen
Berikut adalah cara kerja berbagai komponen bahan alam dalam dalam Program DetoxRen, yang dirancang untuk membantu memulihkan fungsi ginjal secara bertahap dan menyeluruh.
Berperan dalam memperbaiki status nutrisi, merangsang pembentukan eritrosit (sel darah merah), serta mendukung regenerasi sel ginjal yang mengalami kerusakan.
Berperan dalam meningkatkan fungsi diuretik alami ginjal, membantu pembuangan cairan berlebih, sekaligus memperkuat proses detoksifikasi.
Mengapa Intervensi Dini Penting?
Penurunan fungsi ginjal bersifat progresif bila faktor risiko tidak dikontrol. Studi nefrologi menunjukkan bahwa faktor-faktor berikut dapat berperan dalam memperlambat laju penurunan eGFR:
Kontrol Tekanan Darah
Stabilisasi tekanan darah mengurangi tekanan filtrasi berlebih pada glomerulus.
Pengurangan Inflamasi
Menurunkan respons inflamasi sistemik yang memperburuk kerusakan jaringan ginjal.
Perbaikan Status Metabolik
Optimalisasi metabolisme glukosa, lipid, dan asam urat.
Dukungan Antioksidan
Melindungi sel ginjal dari kerusakan oksidatif progresif.
Siapa yang Cocok Mengikuti Program?
Program ini ditujukan untuk pasien dengan kondisi berikut:
Peningkatan Kreatinin Ringan-Sedang
Pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang masih bisa dipantau secara ketat.
Penurunan eGFR Stadium Awal-Menengah
Pasien dengan eGFR yang belum membutuhkan dialisis segera.
Gangguan Metabolik yang Memengaruhi Ginjal
Misalnya diabetes, hipertensi, dan kondisi terkait.
Pencegahan Sebelum Dialisis
Mereka yang ingin menjaga fungsi ginjal sebelum masuk fase lanjut.
Bukti Keberhasilan Medis
Berikut adalah hasil nyata dari implementasi Program Detox Ren yang terlihat dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien di Klinik Al-Kindi / Phytoprime.
Pasien Perempuan, 52 Tahun: Penurunan Fungsi Ginjal Sedang (CKD Stadium 3a)
Keluhan Awal
- Mudah lelah
- Badan terasa berat
- Sering pegal di pinggang
- Nafsu makan menurun
- Peningkatan laju filtrasi glomerulus
- Perbaikan dari kategori penurunan sedang menjadi mendekati normal
- Secara klinis: tubuh lebih ringan, energi meningkat, nafsu makan membaik
- Penurunan kadar kreatinin secara signifikan
Pasien Perempuan, 49 Tahun - Penurunan Fungsi Ginjal Berat
Keluhan Awal
- Badan sangat lemas
- Mual dan penurunan nafsu makan
- Penurunan volume urin
- Tekanan darah tidak stabil
- Penurunan kreatinin sangat signifikan, kembali ke rentang normal
- Stabilitas metabolik yang membaik
- Perbaikan kapasitas filtrasi ginjal
- Secara klinis: tubuh lebih ringan, nafsu makan kembali, energi meningkat
Pasien Perempuan, 43 Tahun: Penurunan Fungsi Ginjal
Keluhan Awal
- Cepat capek, lemas tanpa sebab jelas
- Nafsu makan menurun
- Urine berbusa
- Mual
- Badan lebih fit
- Tekanan darah stabil
- Urine tidak berbusa lagi
Pasien Perempuan, 48 Tahun: Penurunan Fungsi Ginjal
Keluhan Awal
- Urine berbusa
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine bisa agak keruh atau ada warna kemerahan
- Nyeri pinggang / area ginjal
- Badan cepat capek, tidak enak badanat kencing
- Urine tidak berbusa lagi
- Tidak ada nyeri saat kencing
- Frekuensi kencing kembali normal
- Urine lebih jernih
- Badan terasa lebih ringan & fittal
Pasien Perempuan, 48 Tahun: Penurunan Fungsi Ginjal
Keluhan Awal
- Badan sangat cepat capek, lemas terus
- Mual, kadang muntah
- Nafsu makan turun drastis
- Kaki atau wajah bengkak (retensi cairan)
- Urine bisa berbusa / lebih pekat
- Badan terasa lebih ringan & tidak selemas sebelumnya
- Mual berkurang / hilang
- Nafsu makan mulai kembali
- Bengkak berkurang
- Kencing lebih lancar / normal
- Tidur lebih nyaman
- Aktivitas mulai balik normal
Pasien Pria, 41 Tahun: Penurunan Fungsi Ginjal
Keluhan Awal
- Lemas parah, tenaga drop
- Mual, muntah, nafsu makan hilang
- Bengkak di kaki, wajah, atau tubuh
- Sesak napas (cairan numpuk)
- Gatal-gatal di kulit (racun menumpuk)
- Sulit tidur, gelisah
- Badan lebih ringan, tenaga mulai balik
- Mual berkurang / hilang
- Bengkak berkurang
- Napas lebih lega
- Gatal berkurang
- Tidur lebih enak
Hasil tiap pasien dapat berbeda tergantung pada :
Penyebab dasar gangguan ginjal
Komorbiditas (hipertensi, diabetes, penyakit jantung)
Kepatuhan terhadap terapi dan pola hidup
Stadium penyakit saat pertama kali datang
Program ini bersifat suportif dan dilakukan dengan pemantauan medis berkala.
Hasil Bukti Keberhasilan Medis Program DetoxRen
Menjadi bukti keberhasilan terapi holistik dan berbasis evidensi dari program Detoxren, yang berfokus pada perbaikan filtrasi ginjal, peningkatan detoksifikasi, serta regenerasi sel-sel ginjal secara alami tanpa tindakan cuci darah. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Detoxren mampu memberikan hasil klinis yang positif dalam mendukung perbaikan fungsi ginjal dan metabolik sekaligus menepis anggapan bahwa terapi berbasis herbal dapat merusak organ tubuh.
Dokter
Kami
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan jawaban seputar Program DetoxRen, mulai dari keamanan, durasi terapi, hingga kemungkinan kombinasi dengan pengobatan dokter.
Apakah program ini menggantikan cuci darah?
Tidak. Program DetoxRen tidak dimaksudkan sebagai pengganti hemodialisis atau tindakan medis dokter. Program ini berfungsi sebagai pendamping untuk membantu mendukung fungsi ginjal sesuai evaluasi medis.
Apakah program ini aman?
Program dijalankan dengan pemantauan tenaga medis dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika Anda sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasi awal tetap penting agar penanganan lebih terarah.
Berapa lama terapi dilakukan?
Durasi terapi berbeda pada setiap pasien, tergantung kondisi ginjal, hasil laboratorium, dan respons tubuh terhadap program yang dijalankan.
Apakah terapi ini dapat dikombinasikan dengan obat dokter?
Dalam banyak kasus, terapi dapat dijalankan bersama pengobatan dokter dengan pengawasan medis. Obat rutin tidak boleh dihentikan tanpa arahan dokter.