Pendekatan
Dipandu Tim Medis
Profesional
Evaluasi &
Monitoring Berkala
Teknologi
Modern Tinggi
Anda penderita Autoimun? dan masih konsumsi obat-obat immunosupressan seperti golongan obat steroid/glukokortikoid untuk bertahan ?
Fakta Medis : Penggunaa obat golongan steroid dalam jangka panjang dapat menimbulkan resiko tinggi kejadian patah tulang (fraktur) akibat pengeroposan tulang yang terjadi secara progresif , bahkan meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, jantung koroner dan stroke
Reference :
Pujades-Rodriguez M, Morgan AW, Cubbon RM, Wu J. Dose-dependent oral glucocorticoid cardiovascular risks in people with immune-mediated inflammatory diseases: a population-based cohort study. PLoS Med. 2020;17(12):e1003432.
Deng HW, Mei WY, Xu Q, Zhai YS, Lin XX, Li X, etal. The role of glucocorticoids in increasing cardiovascular risk. Front Cardiovasc Med. 2023;10:1187100. doi:10.3389/ fcvm.2023.1187100.
Bagaimana Seharusnya Menangani Penyakit Autoimun Tanpa Bergantung Obat Kimia?
Mekanisme Kerja Program Tollerance dalam
Pengendalian Autoimun
Program Tollerance bekerja dengan menargetkan akar masalah autoimun, yaitu aktivasi sistem imun yang dipicu
oleh sinyal “bahaya palsu” dari dalam sel.
1. Merekam sinyal keluarnya sistem imun melalui HMGB1 regulator
2. Mengeleminasi Fragment DNA yang rusak
3. Menghambat jalur inflamasi C-Gasting
Pantangan Makanan Yang Perlu Diwaspadai
Secara umum, penderita autoimun disarankan menghindari makanan tinggi globulin dan bersifat alergen, karena globulin merupakan bahan baku pembentuk sel imunitas yang berpotensi merangsang peradangan:
Daging Merah
(Sapi, Kambing)
Susu dan Olahannya
(keju, yogurt, eskrim, mentega)
Gluten dan Tepung Terigu
Kacang-Kacangan
Kuning Telur
Reference :
Wang Y, Uffelman IC, Hill ER, Schmok JN, Anderson NL, Reed JB, et al. Red meat intake and its influences on inflammation and immune function biomarkers in human adults: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials and observational studies. Crit Rev Food Sci Nutr. 2026;66(14):2765-2778. doi:10.1080/10408398.2025.2584482.
Borba VV, Lerner A, Matthias T, Shoenfeld Y. Bovine Milk Proteins as a Trigger for Autoimmune Diseases: Myth or Reality? Int J Celiac Dis. 2020;8(1):10-21. doi:10.12691/ijcd-8-1-3.
Ou H, Csuth TI, Czompoly T, Kvell K. Dairy: Friend or Foe? Bovine Milk-Derived Extracellular Vesicles and Autoimmune Diseases. Int J Mol Sci. 2024;25(21):11499. doi:10.3390/ijms252111499.
Lerner A, Benzvi C, Vojdani A. Gluten is a proinflammatory inducer of autoimmunity. J Transl Gastroenterol. 2024;2(2):109-124. doi:10.14218/JTG.2023.00060.
Lerner A, Benzvi C, Vojdani A. Gluten is a proinflammatory inducer of autoimmunity. J Transl Gastroenterol. 2024;2(2):109-124. doi:10.14218/JTG.2023.00060.
Yan M, Wu H, Zhang K, Gong P, Wang Y, Wei H. Analysis of the correlation between Hashimoto's thyroiditis and food intolerance. Front Nutr. 2024;11:1452371. doi:10.3389/fnut.2024.1452371.
Vojdani A, Vojdani E, Benzvi C, Lerner A. Immune reactivity to raw and processed foods and their possible contributions to autoimmunity. Foods. 2025;14(8):1357. doi:10.3390/foods14081357.
Konozy EHE, Osman MEM. From inflammation to immune regulation: the dual nature of dietary lectins in health and disease. Heliyon. 2024;10(20):e39471. doi:10.1016/j.heliyon.2024.e39471.
ANALOGI PENYAKIT AUTOIMUN?
TUBUH = GEDUNG
Kondisi normal
SISTEM KEAMANAN OTOMATIS
Mengenali siapa penghuni gedung
dan siapa penyusup.
KONDISI NORMAL
Membiarkan
penghuni beraktifitasMenangkap
penyusup / pencuri
PENYAKIT AUTOIMUN
Sistem keamanan mengalami error.
Sensor salah mengenali penghuni
sebagai ancaman
AKIBATNYA
Alarm terus bunyi dan petugas
menyerang penghuni sendiri
KERUSAKAN SEMAKIN BESAR
Kerusakan terus terjadi dan gedung
menjadi hancur
sistem imun yang seharusnya melindungi justru merusak jaringan tubuh sendiri
Jangan Dibiarkan! Pahami Gejala Autoimun, Pemicunya,
dan Cara Tepat Mengukur Keberhasilan Terapimu
Definisi penyakit
autoimun
Mekanisme Autoimun
terjadi dalam tubuh
Faktor risiko & jenis
penyakit autoimun
Tanda & Gejala
Indikator pemeriksaan
penunjang
APA ITU PENYAKIT AUTOIMUN?
Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel tubuh sendiri sebagai musuh, lalu menyerangnya. Padahal, fungsi utama sistem imun adalah melindungi tubuh dari virus, bakteri, jamur, dan parasit.
Dalam kondisi normal, sel-sel imun seperti neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit akan bekerja sama untuk melawan benda asing, sambil tetap "mengenali" sel tubuh sendiri. Namun pada penyakit autoimun, mekanisme pengenalan ini rusak. Akibatnya, sistem imun justru menyerang jaringan sehat dan menyebabkan peradangan atau kerusakan organ.
PENGOBATAN MEDIS KONVENSIONAL
Hingga saat ini, penyakit autoimun belum dapat disembuhkan total.
Pengobatan medis konvensional umumnya bertujuan menekan sistem imun, bukan memperbaiki akar masalahnya. Obat yang paling sering digunakan adalah steroid (glukokortikoid) dan obat imunosupresan. Golongan obat steroid jika digunakan dalam waktu jangka panjang menimbulkan beberapa resiko yang serius, seperti Penelitian oleh Lianne S. Gensler et.al menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang steroid seperti glukokortikoid dapat menyebabkan osteoporosis, dengan hingga 40% pasien mengalami fraktur akibat penurunan massa tulang. Mekanismenya terutama karena penurunan pembentukan tulang (osteoblast).
Dan Studi dalam Endocrinology and Metabolism juga menyebutkan bahwa glucocorticoid-induced diabetes mellitus (GIDM). Selain itu, steroid juga dapat menimbulkan efek samping lain seperti, penumpukan lemak, gangguan hormonal, dan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu kita butuh pendekatan penanganan autoimun secara komprehensif.
Penumpukan
lemak
Gangguan
hormonal
Penurunan daya
tahan tubuh
Reference :
Gensler LS. Glucocorticoids: complications to anticipate and prevent. The Neurohospitalist. 2012;3(2):92-97.
Suh S, Park MK. Glucocorticoid-induced diabetes mellitus: an important but overlooked problem. Endocrinol Metab (Seoul). 2017;32(2):180-189.
Pujades-Rodriguez M, Morgan AW, Cubbon RM, Wu J. Dose-dependent oral glucocorticoid cardiovascular risks in people with immune-mediated inflammatory diseases: a population-based cohort study. PLoS Med. 2020;17(12):e1003432.
Deng HW, Mei WY, Xu Q, Zhai YS, Lin XX, Li X, etal. The role of glucocorticoids in increasing cardiovascular risk. Front Cardiovasc Med. 2023;10:1187100. doi:10.3389/ fcvm.2023.1187100.
Mengapa Tubuh Tiba-Tiba Menyerang Diri Sendiri?
Yuk kenali Penyebab Penyakit Autoimun
Hingga saat ini, penyebab pastinya belum diketahui, namun beberapa faktor risiko yang sering berperan antara lain:
Faktor Genetik
(Keturunan)
Lingkungan (Polusi,
zat kimia, radiasi)
Perubahan hormon
(kehamilan, menopause)
Infeksi virus, bakteri,
atau parasit
Faktor imunologis seperti
mimikri molekuler pada
vaksinasi
Apakah Akhir-akhir Ini Anda Mengalami Hal Ini?
Jangan Abaikan Tanda Awal Gejala Autoimun Berikut Ini
Nyeri seluruh
tubuh
Nyeri dan bengkak
sendi (biasanya
simetris)
Kelelahan berat
yang tidak membaik
dengan istirahat
Demam ringan
Rambut rontok
berlebihan
Sariawan berulang
Brain fog
(sulit fokus, mudah lupa)
Bila Mengalami Lebih dari 3 Gejala diatas, Penting untuk Lakukan Pemeriksaan Berikut ini :
ANA-IF
Pemeriksaan skrining untuk mendeteksi autoantibodi terhadap inti sel.
ANA PROFILE
Pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui jenis autoantibodi spesifik.
CRP / hsCRP
Untuk menilai tingkat peradangan dalam tubuh.
Pemeriksaan darah lengkap & LED
Menilai kondisi sel darah, tanda inflamasi, anemia, atau gangguan imun.
Albumin & Globulin
Untuk menilai status protein darah dan fungsi hati atau ginjal.
Urinalisis
Menilai fungsi ginjal dan mendeteksi protein atau darah dalam urin
Vitamin D (25-OH)
Kekurangan vitamin D sering ditemukan pada penderita autoimun
D-dimer
Untuk menilai aktivitas pembekuan darah yang bisa meningkat pada autoimun tertentu.
Fungsi Hati & Ginjal
Selain itu, fungsi hati dan ginjal juga penting untuk evaluasi menyeluruh
CERITA PASIEN 01
Pasien Hipertiroid (Grave disease)
Sebelum Pengobatan Program Tollerance by Phytoprime
Profil Pasien
- Jenis Kelamin
- : Wanita
- Usia
- : 60 Th
- Diagnosis
- : Graves Disease
- Pemeriksaan Awal
- : 1 Maret 2025
- Evaluasi
- : 25 April 2025
Keluhan Awal
Berdebar-
debar
Mudah
berkeringat
Tremor
Sulit tidur
Berat badan
menurun
Hasil USG Awal : 01 Maret 2025
Bukti Keberhasilan Setelah Program Tollerance by Phytoprime
Perubahan yang dirasakan Pasien
Keluhan berdebar
berkurang
Tremor Berkurang
Tidur Lebih Nyenyak
Energi Harian
Meningkat
Aktifitas Lebih
Nyaman
Hasil USG Akhir : 25 April 2025
CERITA PASIEN 02
Pasien Idiopathic
Thrombocytopenic Purpura (ITP)
Sebelum Pengobatan Program Tollerance by Phytoprime
Profil Pasien
- Jenis Kelamin
- : Wanita
- Usia
- : 34 Th
- Diagnosis
- : ITP
- Pemeriksaan Awal
- : 16 Juli 2025
- Evaluasi
- : 18 Agustus 2025
Keluhan Awal
Mudah
memar
Muncul bintik
merah
Sering
perdarahan
ringan
Hasil Laboratorium Awal : 26 Juni 2025
Bukti Keberhasilan Setelah Program Tollerance by Phytoprime
Perubahan yang dirasakan Pasien
Tidak mudah
memar
Tidak ada
bintik merah
Tidak ada
perdarahan baru
Hasil Laboratorium Akhir : 19 Agustus 2025
Hasil Bukti Medis Program Tollerance
Pemeriksaan darah lanjutan menunjukkan peningkatan kadar trombosit menjadi 332 ×10³/µL yang berada dalam batas normal, menandakan bahwa respons autoimun terhadap trombosit telah terkendali dengan baik dan kondisi ITP pasien berada dalam fase stabil secara klinis. Dan disclaimer untuk hasil yang didapat akan berbeda pada tiap kondisi pasien
CERITA PASIEN 03
Pasien Palmo-Plantar Pustula Psoriasis
Sebelum Pengobatan Program Tollerance by Phytoprime
Kondisi Awal
Lepuhan berisi nanah (pustula), kemerahan, kulit menebal, pecah-pecah, nyeri, dan rasa perih terutama pada telapak tangan dan telapak kaki, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Lesi tampak meluas, disertai pengelupasan kulit dan tanda peradangan aktif yang khas pada psoriasis autoimun.
Kondisi Awal Pasien
Bukti Keberhasilan Setelah Program Tollerance by Phytoprime
Perubahan Pasien
Terjadi perbaikan klinis yang signifikan, di mana pustula mengering dan menghilang, kemerahan berkurang, kulit tidak lagi meradang, serta tidak ditemukan lesi bernanah baru. Kondisi kulit telapak tangan dan kaki tampak lebih tenang, permukaan kulit membaik, dan keluhan nyeri serta perih berangsur menghilang
Kondisi Perubahan Pasien
Hasil Bukti Medis Program Tollerance
Perubahan ini menunjukkan bahwa respons autoimun pada kulit berhasil dikendalikan dengan baik dan penyakit berada dalam fase stabil secara klinis. Dan disclaimer untuk hasil yang didapat akan berbeda pada tiap kondisi pasien
CERITA PASIEN 04
Pasien Psoriasis Vulgaris
Sebelum Pengobatan Program Tollerance by Phytoprime
Kondisi Awal
Mengalami keluhan bercak kemerahan yang meluas pada kulit lengan dan tungkai, disertai sisik tebal berwarna keperakan, kulit kering, gatal, perih, serta rasa tidak nyaman yang menetap. Lesi tampak aktif dengan peradangan yang jelas, permukaan kulit kasar, dan beberapa area menunjukkan penebalan kulit akibat proses inflamasi kronis yang dipicu oleh gangguan regulasi sistem imun.
Kondisi Awal Pasien
Bukti Keberhasilan Setelah Program Tollerance by Phytoprime
Perubahan Pasien
Perbaikan klinis yang signifikan, di mana kemerahan berkurang, sisik menghilang, permukaan kulit menjadi lebih halus, dan tanda peradangan tidak lagi terlihat. Keluhan gatal dan perih berangsur membaik, serta kondisi kulit tampak lebih tenang dan stabil.
Kondisi Perubahan Pasien
Hasil Bukti Medis Program Tollerance
Perubahan ini menunjukkan bahwa respons autoimun pada kulit berhasil dikendalikan dengan baik dan penyakit berada dalam fase stabil secara klinis. Dan disclaimer untuk hasil yang didapat akan berbeda pada tiap kondisi pasien
CERITA PASIEN 05
Pasien Pemfigus Bullosa
Sebelum Pengobatan Program Tollerance by Phytoprime
Kondisi Awal
Timbul peradangan yang menyebabkan lapisan terluar kulit (Epidermis) terpisah dari lapisan kulit bagian bawahnya (Dermis) dan muncul luka melepuh
Kondisi Awal Pasien
Bukti Keberhasilan Setelah Program Tollerance by Phytoprime
Perubahan Pasien
Perbaikan klinis yang signifikan, di mana kemerahan berkurang, sisik menghilang, permukaan kulit menjadi lebih halus, dan tanda peradangan tidak lagi terlihat. Keluhan gatal dan perih berangsur membaik, serta kondisi kulit tampak lebih tenang dan stabil.
Kondisi Perubahan Pasien
Hasil Bukti Medis Program Tollerance
Perubahan ini menunjukkan bahwa respons autoimun pada kulit berhasil dikendalikan dengan baik dan penyakit berada dalam fase stabil secara klinis. Dan disclaimer untuk hasil yang didapat akan berbeda pada tiap kondisi pasien
DOKTER
KAMI



FAQ
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bersama Kami
Klinik Phytoprime siap bantu mengevaluasi kondisi Autoimun Anda dan merancang program
yang sesuai dengan kebutuhan klinis Anda secara khusus.
Atau datang langsung ke Klinik Phytoprime
